Skip to content
July 8, 2010 / endradoank

Foto pemeran dan Profil Upin Upin

Dari Iseng hingga Terbawa dalam Keseharian

Upin Ipin dan Kawan-kawan

SERIAL Upin dan Ipin yang tayang di TPI memang meledak.Selain karakter Upin dan Ipin serta kawankawan yang lucu,bahasa Melayu yang digunakan sesuai dengan aslinya membuat anak-anak,bahkan orang dewasa menyukainya.

Salah satu faktor sukses Upin dan Ipin selain dari segi cerita yang sederhana dan mendidik, juga berkat kepiawaian para pengisi suaranya. Tak hanya anak-anak yang menjadi pengisi suara karakter Upin dan Ipin serta kawankawan, tetapi juga banyak orang dewasa yang terlibat. Kepada harian Seputar Indonesiayang berkesempatan mengunjungi ”kediaman” Upin dan Ipin di Studio Les Copaque di Syah Alam,Malaysia, pengisi suara serial Upin dan Ipin dkk ini menyampaikan pesannya kepada anak-anak Indonesia.

Asyiela Putri (Pengisi suara Upin & Ipin)

Asyiela Putri merupakan pelajar kelas 4 Sekolah Dasar di Malaysia. Usianya masih10tahun. Asyiela Putri baru terlibat sebagai pengisi suara Upin dan Ipin pada Januari 2010 lalu. Sebelumnya, suara Upin dan Ipin diisi oleh Nurfathiah yang juga berusia 10 tahun. Namun, karena kesibukan Nurfathiah dan saat ini mendekati ujian,Nurfathiah keluar dari Les Copaque.

Pada saat yang bersamaan, melalui sebuah audisi, Asyiela Putri masuk menggantikan Nurfathiah. Anehnya, kedua suara bocah ini nyaris sama.Hampir tidak bisa dibedakan mana suara Nurfathiah dan mana suara Asyiela Putri.”Dulu sebelum ikut audisi,banyak teman cakap suara saya mirip Upin dan Ipin.

Makanya saya ikut audisi,” tegas Asyiela Putri kepada harian Seputar Indonesia. Asyiela Putri sendiri selain jago mengisi suara, ternyata juga pintar main piano dan menggambar. Asyiela Putri tidak keberatan jika dirinya mengisi dua karakter sekaligus,yakni Upin dan Ipin. ”Kalau Upin itu agak dewasa sedikit, sementara kalau Ipin dia biasa cakap betul betul betul,” terang Asyiela Putri saat menerangkan perbedaan karakter Upin dan Ipin.

Ida Syaheera (Kak Ros)

Menjadi pengisi suara Kak Ros yang terkenal galak dan selalu melarang Upin dan Ipin membuat beban tersendiri bagi Ida Syaheera. Di kehidupan sehari-hari, Ida Syaheera merupakan karakter yang sangat ceria dan suka sekali tertawa.Jadi, ketika harus berperan mengisi suara Kak Ros, Ida mengaku harus mendalami karakter lebih dalam. ”Saya orangnya suka tertawa.

Sedangkan Kak Ros kan galak,jadi memang beda sekali,” tegas Ida Syaheera. Ida mengaku bangga bisa memerankan tokoh Kak Ros.Apalagi mengetahui jika di Indonesia, karakter Kak Ros juga ditakuti oleh anak-anak Indonesia.Menanggapi perihal ini, Ida mengaku jika ada yang takut, menandakan bila karakter yang diperankan berhasil.

”Saat saya datang ke Indonesia, banyak yang tahu jika saya yang memerankan Kak Ros. Saya senang jika Upin-Ipin meledak di sana,”tandasnya. Selain mengisi karakter Kak Ros, Ida juga bertindak sebagai penulis cerita.Untuk bidang satu ini, Ida mengaku terus belajar agar bisa menghasilkan cerita yang lebih baik.

Ainon Ariff (Opah)

Sebagai Opah dari dua bocah kembar, Upin dan Ipin, karakter suara Opah memang harus berat dan lebih dewasa. Untuk itu,Ainon Ariff dipilih untuk menjadi Opah dalam serial ini.Ainon Ariff selain dikenal sebagai Opah, ternyata juga istri pemilik Les Copaque. Ainon bahkan merupakan salah satu suksesor Les Copaque,karena dari dialah ide cerita Upin dan Ipin ini terlahir dan meledak hingga sekarang.

”Memang dulu saya tidak tahu segala sesuatu tentang film. Setelah banyak terlibat, baru kemudian pelan-pelan kita belajar,” tandasnya. Meski saat ini Ainon tidak lagi menjadi penulis cerita serial Upin dan Ipin,namun dirinya tetap memiliki kewenangan untuk mengontrol ide kisah yang akan diangkat. Sebelum digarap menjadi sebuah animasi, biasanya dirinya dan beberapa penulis cerita Upin dan Ipin melakukan rapat untuk kemudian memeriksa naskah.

Syahmi (Ehsan)

Dalam kehidupan sehari-hari, Syahmi terkenal sebagai anak yang pandai bicara. Entah disengaja atau tidak, karakter sang ketua kelas dalam serial Upin dan Ipin ini juga gemuk, seperti Syahmi. Syahmi menjadi pengisi suara Ehsan karena memiliki suara yang berat. ”Kita selalu diarahkan untuk membaca gerak dari Ehsan.Kadang intonasi tidak pas, makanya terkadang diulang- ulang,”ujar Syahmi. Karena sering memerankan tokoh Ehsan,Syahmi mengaku saat sekolah sering bertindak seperti Ehsan.”Tapi saya tidak sombong,” kekeh Syahmi.

Hasrul (Mail)

Anaknya pendiam dan tidak banyak bicara. Hasrul yang kini berusia 12 tahun ini akan banyak bicara jika sudah di studio. Dalam kehidupan sehari-hari, Hasrul sebenarnya anak yang periang, namun jika sudah berhadapan dengan banyak orang, dia akan terlihat banyak diam.

Tan Ying Sowk (Mei Mei)

Sebagai anak warga keturunan China, Mei-Mei memang memiliki intonasi suara yang berbeda. Makanya, LesCopaque mempercayakan pengisi suara Mei-Mei ini kepada Tan Ying Sowk. Tan Ying Sowk merupakan karyawan dari Les Copaque dengan jabatan production supervisor. ”Karena saya China, makanya saya diminta untuk mengisi karakter Mei- Mei,”ujarnya.

Advertisements

3 Comments

Leave a Comment
  1. tania / Nov 11 2010 10:06 am

    apik aik

  2. yetti / Nov 20 2010 1:09 pm

    halo ini aq orang gila

  3. embagus / Mar 24 2011 6:22 am

    foto kek dalang trus yang lainnya lagi jarjit mana???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: